Tuesday, 7 December 2021
Begini Perbedaan Kalender Jawa dan Kalender Masehi

Kalender Jawa atau penanggalan Jawa hingga kini masih diminati oleh masyarakat, terutama penduduk dari suku Jawa dan keturunannya yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia. Sistem penanggalan Jawa memang unik sehingga berbeda dengan kalender Masehi yang lazim dipakai.

Untuk memfasilitasi kebutuhan penanggalan Jawa, banyak kalangan mencetak kalender meja dan kalender dinding dengan menyisipkan nama-nama hari pasaran serta bulan dari kalender Jawa. Penasaran bagaimana mengenali tanggal-tanggal dalam kalender ini? Mari simak ulasan berikut.

Baca Juga: Kalender Meja 2021, Sarana Terbaik untuk Branding

Perbedaan Kalender Jawa dan Kalender Masehi


Jika Anda pernah melihat kalender tahun 2021 dengan tulisan “pon, wage, kliwon, pahing, legi” di bagian bawah setiap tanggal, bisa dipastikan kalender tersebut juga menggunakan penanggalan Jawa. Lalu, apa saja perbedaannya dengan kalender Masehi?

Mengenal Kalender Jawa

Sistem penanggalan Jawa digagas oleh Sultan Agung dan diterapkan oleh Kesultanan Mataram, kerajaan pecahannya, dan wilayah yang mendapatkan pengaruh kerajaan tersebut. Keistimewaan penanggalan ini terletak pada akulturasi budaya yang diwakili sistem penanggalan Hindu, penanggalan Islam, dan penanggalan Julian dari budaya Barat.

Tahun 1633 Masehi atau 1555 Saka, Sultan Agung berupaya menanamkan agama Islam di Jawa. Salah satunya melalui penerbitan dekrit yang mengubah penanggalan Saka. Semula penanggalan ini memakai perputaran matahari, kemudian diganti menjadi sistem kalender lunar atau kamariah, alias berdasarkan perputaran bulan.

Namun, alih-alih memakai perhitungan tahun Hijriyah, angka tahun Saka tetap dipakai agar tetap berkesinambungan dengan yang tahun yang berlangsung saat itu. Maka, tahun bermulanya kalender Jawa sama seperti kalender Saka, yakni tahun 1555 Jawa.

Perbedaan dengan Kalender Masehi

Berdasarkan penjelasan di atas, berikut beberapa perbedaan mendasar antara kalender Jawa dan kalender Masehi.

      Penanggalan Jawa memakai perhitungan hari sesuai putaran bulan terhadap bumi, sedangkan Masehi mengikuti putaran bumi terhadap matahari.

      Selisih tahun kalender Jawa dan Masehi adalah 67 tahun. Maka, jika memakai tanggalan 2021, dalam perhitungan tanggalan Jawa masih tahun 1954.

      Jumlah hari dalam tanggalan Jawa 29-30 hari, sedangkan penanggalan Masehi memuat 30-31 hari per bulan, kecuali 28 hari pada Februari.

      Ini berpengaruh pada hitungan jumlah hari dalam satu tahun. Jumlah hari penanggalan Jawa 354-355 hari, kalender Masehi 365-366 hari.

      Dalam satu pasaran tanggalan Jawa, terdapat lima hari saja, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Sementara itu, ada tujuh hari dalam satu minggu tanggalan Masehi.

      Tahun Jawa menghitung pergantian hari pada waktu petang atau tepat saat magrib tiba. Tahun Masehi memulai hari baru tepat pukul 24.00 atau tengah malam.

Cetak Kalender Jawa di Bintang Sempurna


Ingin membuat kalender Jawa terbaik dengan kualitas tinggi? Sobat Bintang dapat mengandalkan PT Bintang Sempurna, perusahaan yang menawarkan layanan printing dan pencetakan dokumen sejak tahun 1989. Anda bisa mencetak kalender meja maupun kalender dinding sesuai kebutuhan.

Untuk kalender meja, Anda dapat memilih fancy paper atau commercial paper. Jika fancy paper dipilih guna menampilkan kesan premium, commercial paper cocok untuk cetak kalender dengan harga terjangkau karena menggunakan art carton. Adapun ukuran kalender meja yang biasa dipakai adalah A5 & B5.

Baca Juga: Lenticular Printing, Metode Cetak dengan Grafis Unik

Sementara itu, bagi Anda yang ingin mencetak kalender dinding, tersedia berbagai ukuran kertas, mulai dari A0, A1, hingga A2. Material kertas yang umum digunakan antara lain art carton 200 gsm, albatros, dan photo paper. Bahkan, Anda juga bisa mencetak kalender dinding di permukaan bahan kaku, seperti akrilik dan MDF dengan catatan memiliki ketebalan kurang dari 5 cm.

Bicara soal metode cetak mana yang tepat, Anda dapat memperhitungkan lebih dahulu berapa jumlah kalender yang ingin dicetak dan bujet yang dimiliki. Jika Anda hanya ingin mencetak dalam kuantitas kecil, digital printing pilihan terbaik. Mesin HP Indigo 7900 dan Indigo 5900 mampu mencetak 3.600-4.800 halaman A3 per jam, cocok untuk print on demand.

Sementara itu, untuk menangani cetak kalender skala besar, cetak offset menggunakan Heidelberg SM52-4 dan Komori H-UV GL37 dapat diandalkan. Rata-rata kedua mesin tersebut dapat mencetak sampai 15.000 halaman per jam dengan ukuran maksimal 52 x 37 cm dan 62 x 92 cm.

Setelah tahu seperti apa kebutuhan cetak Anda, Sobat Bintang bisa datang ke kantor PT Bintang Sempurna di Jl. Bendungan Hilir Raya No. 46, Jakarta Pusat, atau buka onlineprint.co.id untuk pesan secara online.

Yuk, cetak kalender Jawa di Bintang Sempurna sekarang!