Naskah sudah selesai, tetapi masih bingung harus mulai dari mana agar bisa menjadi buku yang siap dibaca? Prosesnya tidak berhenti setelah tulisan selesai. Ada beberapa tahap yang perlu disiapkan, mulai dari penyuntingan, desain, pengurusan ISBN, sampai proses cetak buku.
Sobat Bintang yang sedang menyiapkan buku pribadi, karya akademik, buku bisnis, maupun publikasi lainnya perlu memahami alurnya sejak awal. Persiapan yang rapi dapat membantu menghindari kesalahan pada isi, desain, hingga file produksi.
Apa Itu Buku Ber-ISBN dan Mengapa ISBN Penting?
ISBN merupakan singkatan dari International Standard Book Number. Menurut Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, ISBN adalah deretan 13 angka unik yang digunakan sebagai salah satu identitas terbitan buku dalam bentuk karya cetak maupun rekam.
Keberadaan ISBN buku membantu memberikan identitas yang jelas pada sebuah terbitan. Nomor tersebut juga berkaitan dengan pendataan buku sehingga informasi mengenai judul, penerbit, pengarang, dan data bibliografis dapat tercatat dalam sistem ISBN.
Pengajuan ISBN dilakukan secara daring melalui layanan ISBN Perpusnas. Prosesnya mencakup pendaftaran penerbit, pengunggahan berkas, verifikasi, sampai nomor ISBN dapat diperoleh melalui akun penerbit.
Perlu diperhatikan, ISBN bukan sekadar nomor yang ditempel pada sampul. Informasi pada buku juga perlu disiapkan secara konsisten, mulai dari sampul hingga halaman hak cipta.
Persiapan Naskah Sebelum Masuk Proses Cetak Buku
Naskah yang sudah selesai ditulis belum tentu langsung siap masuk produksi. Beberapa bagian perlu diperiksa agar hasil akhirnya sesuai dengan rencana.
1. Finalisasi Isi Naskah
Pastikan seluruh bab sudah selesai dan tidak ada bagian yang masih perlu ditambahkan. Periksa kembali ejaan, tanda baca, nama, angka, kutipan, daftar pustaka, serta informasi lain yang terdapat di dalam buku.
Tahap ini penting karena perubahan isi setelah masuk layout dapat memengaruhi jumlah halaman dan posisi elemen desain. Simpan satu file naskah final sebagai acuan utama sebelum masuk tahap berikutnya.
2. Menentukan Struktur Buku
Susun isi berdasarkan urutan yang jelas. Judul, daftar isi, kata pengantar, bab, subbab, referensi, serta bagian penutup perlu memiliki struktur yang konsisten.
Struktur yang rapi juga memudahkan proses layout buku. Nomor halaman, heading, jarak antarparagraf, dan elemen pendukung dapat ditata berdasarkan susunan naskah yang sudah final.
3. Menyiapkan Desain Cover
Sampul menjadi bagian pertama yang dilihat calon pembaca. Judul buku, nama penulis, ilustrasi, warna, serta elemen visual perlu disusun sesuai tema buku.
Pastikan ukuran cover sudah mengikuti spesifikasi buku. Bagian punggung juga perlu diperhitungkan jika buku menggunakan cover dengan ketebalan tertentu.
4. Menentukan Ukuran dan Spesifikasi Buku
Ukuran buku dapat disesuaikan dengan jenis konten dan kebutuhan pembaca. Buku novel, buku panduan, katalog, buku akademik, hingga company profile dapat memiliki spesifikasi yang berbeda.
Selain ukuran, tentukan jenis kertas isi, gramasi, material cover, jumlah halaman, jenis jilid, dan finishing. Pilihan tersebut akan memengaruhi tampilan serta kenyamanan buku saat digunakan.
5. Menyiapkan File Siap Produksi
File desain buku perlu diperiksa sebelum dikirim ke percetakan. Pastikan ukuran halaman, bleed, resolusi gambar, warna, font, serta posisi elemen sudah sesuai.
File yang sudah siap produksi dapat mengurangi risiko kesalahan ketika masuk tahap proses cetak buku. Pemeriksaan akhir juga perlu dilakukan setelah file diekspor ke format produksi.
Alur Menerbitkan Buku Ber-ISBN dari Naskah hingga Produksi
Secara sederhana, alur penerbitan buku dapat disusun seperti berikut:
Naskah final → Editing → Layout → Desain cover → Pengurusan ISBN → Proofing → Final artwork → Cetak buku → Finishing → Quality control → Siap didistribusikan
Setiap tahap memiliki fungsi berbeda. Editing berfokus pada isi, layout mengatur struktur halaman, sedangkan desain cover menangani tampilan bagian luar buku.
Setelah pengurusan ISBN selesai dan file sudah siap, tahap produksi dapat dilanjutkan dengan proofing. Pemeriksaan ini berguna melihat hasil sebelum seluruh pesanan masuk proses produksi.
Tahap cetak buku kemudian dilakukan berdasarkan spesifikasi yang sudah disepakati. Setelah selesai, buku masuk finishing dan quality control sebelum dikemas dan didistribusikan.
Perlu dicatat, pengurusan ISBN memiliki ketentuan tersendiri dari Perpusnas. Berdasarkan aturan yang berlaku, tidak semua jenis buku otomatis dapat memperoleh ISBN. Salah satu ketentuannya berkaitan dengan buku yang disebarluaskan dan dapat diakses secara umum.
Pemesanan Cetak Buku di Bintang Sempurna
Setelah naskah, layout, cover, dan file produksi siap, tahap berikutnya adalah memilih percetakan buku yang sesuai. Spesifikasi seperti ukuran, kertas, cover, jumlah eksemplar, serta finishing dapat dibahas sebelum produksi dimulai.
Bintang Sempurna menyediakan layanan cetak buku ber-ISBN dengan pilihan spesifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan publikasi. Sobat Bintang dapat berkonsultasi mengenai material, ukuran, finishing, hingga kebutuhan produksi sebelum menentukan pesanan.
Kebutuhan cetak buku custom juga dapat disesuaikan dengan karakter publikasi. Buku karya pribadi, buku bisnis, kebutuhan akademik, katalog, hingga publikasi perusahaan dapat diproduksi berdasarkan spesifikasi yang telah disiapkan.
Siapkan Naskah, Wujudkan Menjadi Buku Bersama Bintang Sempurna
Sudah punya naskah dan siap mengubahnya menjadi buku fisik? Konsultasikan kebutuhan cetak buku bersama Bintang Sempurna agar spesifikasi, material, dan finishing dapat disesuaikan dengan kebutuhan publikasi.
Sobat Bintang dapat menghubungi WhatsApp 0812-8875-0000 atau datang langsung ke Offline Store Bintang Sempurna di Jl. Bendungan Hilir No. 46, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemesanan juga tersedia melalui onlineprint.co.id, layanan cetak online milik Bintang Sempurna.
Ikuti Instagram @bintangsempurna untuk mendapatkan informasi dan inspirasi seputar dunia percetakan.
